Minggu, 09 November 2014




10 Tips agar Semangat terus mengalir dalam dirimu!

10 Tips agar Semangat terus mengalir dalam dirimu!

1. Tersenyumlah,
menghadapi situasi sulit memang tidak mudah,
Tetapi kamu bebas memilih...untuk cemberut atau tersenyum?
ketika suatu pagi berangkat dengan senyum, tersenyum dengan penumpang bis lain, menyapa security dengan senyum, menyapa teman sekantor dengan senyum, mengerjakan pekerjaan yang menunggu dengan senyum, menyapa bos dengan pujian dan senyuman tulus.
Hmm..daftar ini bisa panjang lho klo kamu bisa berlatih ramah dan murah senyumtapi jangan senyum-senyum sendiri yah? tar dikirain gak waras lho...hahaha.

2. Joke,
ambil waktu sekitar 5- 10 menit untuk bersenda gurau dengan teman sekantor.
Momen ini yang paling saya suka! hehehe..ini membantu menghilangkan stress, ketegangan akan pekerjaan dan teman sekantor yang rada pendiem. Trust me! that's work!
Tidak perlu menghapal lelucon yang ada di buku atau di internet, cukup menceritakan kejadian lucu yang kamu alami, contohnya :
Kemarin malam saya masih melek didepan laptop saya. Asik banget dengan apa yang saya baca di depan layar, saya tahu saat itu sudah sangat larut. Lalu saya menggunakan headset yang disambungkan dengan loudspeaker laptop saya. Sambil menghentak-hentakan tangan saya diatas meja kerja, menggeleng-gelengkan kepala saya, dan bernyanyi sesuka hati saya. Ini gila!pikir saya..tapi siapa yang lihat?hehehe... gak da yg liat?! :P
Sangking asiknya...tiba-tiba saja ada tangan yang menepuk pundak saya. Jelas jantung saya terasa melompat. Tidak cukup keras berteriak, tapi jujur...saya ketakutan, shocking me for a moment . Ternyata adik saya iseng, melihat saya asik dan tidak menyadari ada orang yang lewat dibelakang saya. Dia mengejutkan saya dari belakang...
Saya teriak, memprotes, namun tidak marah, tapi jujur saya malu. hahahahaa...Kami berdua sama-sama tertawa di malam yang larut itu. Ini tindakan bodoh, konyol dan gila...namun menyenangkan!
3. Musik,
Let's play the music!!!
Jujur...Hidup tanpa musik, sama saja hidup seperti robot.
Musik memiliki nada-nada kehidupan...mengalun pelan mengikuti irama perasaan yang ingin disampaikan dan diekspresikan...Ekspresi yang terkadang sulit digambarkan hanya dengan kata-kata saja.
Musik indah, menyenangkan, asik, seru, memberimu banyak dorongan dan inspirasi. Try it! and you will addict. hehe.

4. Social,
Yup!bersosial lah teman-teman. Apa gunanya alat komunikasi canggih? jika tidak bisa dimanfaatkan untuk membuatmu tambah semangat 2 kali lipat dari biasanya.
Facebook, Twitter, BBM, YM, Msn adalah contoh dari beberapa alat media sosial yang ada disekeliling kita.
Sempatkan diri kamu ber-comment ria di media sosial. Hal tersebut selain membantu kamu mengeluarkan unek-unek, bakalan bantu kamu lebih akrab dengan teman-teman yang lainnya. so...hal ini positif jika digunakan dalam porsi yang tidak berlebihan.

5. Memilih jalur lain,
Pergi dan pulang dengan jalur yang sama?hmm...pasti sangat membosankan.
Berpikir kreatif! bagaimana bisa kita memilih jalur lain? walo agak jauh..tetapi bisa melihat pemandangan indah, apakah salah?tentu tidak. Saya pikir itu semua sebanding dengan semangat yang akan kamu dapetin. Siapa tahu kamu ketemu jalan tikus menuju rumahmu? mari mainkan imajinasi kamu!hehehe...

6. Interaksi lawan jenis,
Percaya gak percaya, berteman dengan lawan jenis jauh memberi kita semangat yang lebih daripada sesama jenis. Hmm...apa ya alasannya? saya kurang tahu..soalnya alamiah sih ya.wkwkk... :D
Positifnya kamu bisa menjadi diri kamu apa adanya, tidak ada rasa persaingan dan mendapat pengetahuan yang lebih luas.

7. Menyalurkan hobi,
Gabung dengan komunitas kamu! Kamu suka nulis?gabung ke komunitas yang suka menulis. Kamu suka travelling?fotografi? sosial? hmm...pilih saja. berkumpul dengan orang-orang yang satu visi dan misi sangat menyenangkan. Kalian akan bersenang-senang... Enjoy the time!!!

8. Baca buku dan literacy lainnya,
Banyak baca...banyak tahu...banyak cerita...banyak teman karena tertarik akan cerita dan pengetahuan kamu.
Gak perlu baca satu buku yang tebal-tebal bak buku esiklopedia. Cukup baca headline saja. Sinopsisnya dan inti buku...hehehe. Ini kebiasaan saya yang sok tahu. Tapi ingat cuma katakan yang kamu tahu, jangan ngarang sesuka hati. Bisa jadi kamu malah dicap pembual...hehehe.

9. Menonton,
menonton adalah kegiatan yang paling santai dan hal yang paling mudah dilakukan. Menonton film-film korea yang cukup kocak bisa menambah semangat. Atau film action yang bisa membuat dirimu ikutan aktif berteriak dan memberi semangat? tidak ada yang melarang...silakan menonton dengan genre film yang kamu sukai.

10. Cara Berbicara dan Bahasa Tubuh,
Well, gaya berbicara dan bahasa tubuh sangat mempengaruhi semangat dalam diri. Orang-orang yang bersemangat akan selalu antusias dalam cara dan gaya berbicara. Posisi tegak, rileks, tenang, senyum dan antusias akan sesuatu akan membuat kamu semua merasakan bahwa ada semangat yang terus mengalir dalam dirimu...
Mengalir dan memberikannya pada orang lain yang bersamamu.

Keep ur spirit, keep smiling n keep fighting!!!because your life is beautiful... ^^
  by kelompok 20 sistem informasi....

HIDUP SEHAT

Pola hidup sehat adalah pilihan yang terbaik yang bisa dilakukan untuk menjaga badan tetap sehat. Tetapi bagi mereka yang terlanjur sakit, jangan khawatir, tidak ada kata terlambat, dengan asupan nutrisi yang seimbang dan sesuai dengan yang dibutuhkan tubuh, bisa mendapatkan kembali kesehatan yang di inginkan.Di bawah ini beberapa topik pilihan yang dapat anda pelajari untuk menuju pola hidup sehat.
Tidak banyak yang menyadari bahwa dengan menjaga badan tetap sehat maka dengan sendirinya kecantikan akan mengikuti. Kesegaran dan kebugaran tubuh yang tercermin dari badan sehat dapat menghilangkan kerutan yang di wajah dan di seluruh tubuh.
Manfaat Kolostrum untuk Kesehatan Secara Menyeluruh
Kolostrum telah digunakan oleh orang dewasa sejak lebih dari ratusan tahun yang lalu. Bahkan lebih dari 1.000 studi klinis telah menyatakan bahwa kolostrum telah terbukti aman dan efektif untuk kondisi klinis, seperti virus, alergi dan auto imun / Lupus, penyakit jantung, kanker, program penurunan berat badan, stres atletik, sindrom Usus bocor, penyembuhan luka dan memperbaiki otot dan faktor pertumbuhan.
gaya-hidup-sehat-gorengan
Siapa sih yang tidak suka gorengan. Hampir setiap orang Indonesia menyukainya. Gorengan adalah makanan yang akan…
hidup-sehat-ketawa-dan-makanan-penambah-stamina
Oleh : Abas Zainudin Ketawa bagi orang timur terutama orang jawa sangat tabu bila dilakukan berlebihan. Tetapi tahukah anda…
cara-hidup-sehat
Jika kita mengatakan air putih maka konotasi kita akan mengarah pada air yang masih belum dicampur dengan bahan tambahan…
Kelompok 20 Sistem Informasi
Nama Anggota
Ida ayu Kade Suryani  ACA 111 0101
Oktivani Gayatri           ACA 111
Prety Kahayan             ACA 110 057


di sini kami akan memberi tips fashion yang keren....


Memilih Baju Wanita Berdasarkan Bentuk Tubuh


Bagi wanita baju bukan hanya sekedar pelindung tubuh dan penutup aurat saja. Pakaian merupakan perwujudan dari karakter dan passion mereka akan seni. Maka tidak heran apabila industri pakaian berkembang dengan pesat hingga muncullah dunia fashion.



Bagi wanita, tampil cantik adalah sebuah kewajiban dan mereka akan berusaha untuk tampil dengan busana yang paling cocok dengan diri mereka dimanapun si wanita berada. Tidak hanya pada acara-acara santai, wanita pun ingin tampil sempurna sewaktu mereka sedang bekerja. Hingga munculah fashion untuk wanita bekerja. Namun yang harus anda sadari ketika ingin memilih busana yang tepat dalam bekerja adalah bentuk tubuh kita. Tiap manusia memiliki bentuk tubuh yang berbeda-beda, oleh karena itu kita tidak boleh larut dalam mengikuti suatu trend tanpa memikirkan baik dan butuknya bagi diri kita. Berikut ini adalah beberapa tips memilih baju wanita berdasarkan bentuk tubuh.



·         Memilih baju untuk anda yang bertubuh mungil

Kebanyakan wanita memiliki massa tulang dan otot yang lebih kecil dibandingkan dengan pria, oleh karena itu banyak wanita yang memiliki tubuh mungil, terutama bagi mereka yang asli keturunan Indonesia. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika memilih busana kerja untuk si tubuh mungil ini, yang pertama adalah memilih baju wanita untuk kerja yang sesuai dengan ukuran tubuh. Baju wanita yang terlalu besar dan panjang hingga ke lutut akan membuat tubuh anda terkesan tenggelam. Untuk itu, pilihlah baju atasan yang panjangnya tidak melebihi pinggul anda. Pemakaian baju dengan warna senada antara atasan dan bawahan juga harus diperhatikan karena warna yang senada akan memberikan kesan lebih tinggi. untuk member kesan lebih tinggi, anda juga bisa melengkapinya dengan atasan V-neck atau atasan dengan motif garis-garis vertical.


Tips selanjutnya adalah menghindari pemakaian baju wanita yang berwarna gelap karena akan membuat tubuh anda terlihat semakin kecil. Gunakan saja atasan dengan warna-warna cerah atau lembut. Detail pada baju seperti kerut, keriput, atau lipit dapat memberikan kesan penuh pada tubuh mungil anda.

Jika anda memutuskan untuk memakai rok, usahakan agar jangan memakai rok yang bermodel lebar dan panjang. Rok model ini akan menengelamkan tubuh mungil anda. pilihlah rok dengan ukuran standar atau rok mini selutut. Pemilihan ikat pinggang juga harus diperhatikan, ikat pinggang besar dan lebar memang sedang menjadi trend, namun jika anda memiliki tubuh yang mungil, maka ikat pinggang ini akan membuat dandanan anda terlihat aneh dan tidak proporsional. 

·         Memilih baju  untuk anda yang bertubuh tinggi kurus

Banyak wanita yang berfikir bahwa tubuh tinggi kurus adalah bentuk badan paling ideal. Namun anda tetap harus memperhatikan pilihan baju karena jika salah, anda tidak akan terlihat menarik. Tips memilih baju wanita dengan tubuh yang kurus tinggi adalah menghindari pakaian yang terlalu ketat. Pakaian yang ketat tidak akan membuat anda terlihat menarik namun malah akan membuat anda terlihat semakin ceking. Kerah dengan model V-neck juga harus dihindari karena akan membuat tonjolan tulang menjadi semakin kelas dan anda kelihatan semakin kurus.
Untuk menyikapi tubuh kurus, anda bisa mengikuti beberapa tips seperti memakai blazer dengan bahan rajutan untuk menambah volume tubuh anda. pemilihan bawahan juga harus anda perhatikan, jika ingin memakai celana. Pilihlah celana yang pas di kaki serta tidak terlalu ketat.

Jika anda ingin menggunakan rok, pilihlah rok dengan warna cerah yang akan memberikan kesan penuh pada tubuh anda. Rok yang bermotif besar juga bisa anda pilih untuk menghindari kesan terlalu ceking. Jenis rok yang sebaiknya dihindari adalah rok berwarna gelap, berbahan tipis, bermotif vertical, rok yang terlalu longgar, serta rok yang terlalu ketat. Anda bisa juga menggunakan syal atau kalung yang agak besar untuk membuat tubuh anda menjadi sedikit lebih berisi. 
·         Tips memilih baju untuk anda yang berbadan gemuk

Banyak wanita yang merasa tidak nyaman dengan bentuk tubuh yang gemuk atau cenderung besar. Jika anda memiliki bentuk tubuh seperti ini, jangan buru-buru berkecil hati. Dengan sedikit tips dan teknik dalam memadukan baju wanita, anda tetap bisa tampil menarik selama bekerja.


Tips paling umum yang biasa dipraktekkan oleh wanita yang berbadan gemuk adalah dengan mengenakan baju wanita yang berwarna gelap. Busana yang berwarna gelap cenderung menyamarkan bentuk tubuh sehingga membuat tubuh anda terlihat lebih langsing. Selain itu, pemilihan busana yang pas pada tubuh juga bisa dilakukan untuk menyamarkan bentuk tubuh.

Salah satu teknik yang digunakan untuk menyamarkan bentuk tubuh adalah dengan memberikan kesan lebih tinggi. Maka anda bisa menggunakan sepatu berhak tinggi di tempat kerja. Rok selutut juga bisa anda pilih jika ingin terlihat lebih langsing

Senin, 27 Oktober 2014

BAHAN AJAR STRUKTUR ALJABAR, BY FADLI
118
BAB 8
RING FAKTOR DAN HOMOMORFISMA
Tujuan Instruksional Umum :
Setelah mengikuti pokok bahasan ini mahasiswa dapat mengenal dan
mengaplikasikan sifat-sifat Ring Faktor dan Homomorfisma Ring
Tujuan Instruksional Khusus :
Setelah diberikan penjelasan mengenai Subring dan Ideal, mahasiswa minimal 80%
dapat :
a. Menentukan apakan suatu Ring merupakan Ring Faktor
b. Menentukan apakan suatu Ring merupakan Homomorfisma Ring
c. Menjelaskan teorema dasar dari Isomorfisma
Deskripsi Singkat :
Sama halnya dengan Grup Faktor dan Homomorfisma Grup, di dalam Ring juga
dikenal dengan Ring Faktor dan Homomorfisma Ring. Dalam bab ini akan dijelaskan
mengenai Ring Faktor mempunyai sifat-sifat hampir sama dengan Grup Faktor dan
Homomorfisma Ring yang mempunyai sifat-sifat hampir sama dengan
Homomorfisma Grup.
BAHAN AJAR STRUKTUR ALJABAR, BY FADLI
119
8.1. Ring Faktor
Pada bab 7, telah kita pelajari mengenai Ideal, yang mirip dengan
Subgrup Normal dalam dalam Grup. Suatu Ring Faktor terdiri dari
himpunan dari koset-koset Ring tersebut yang diantaranya adalah idealideal.
Definisi 8.1 :
Misalkan R adalah suatu Ring dan S adalah suatu Ideal dari R.
R/S ={S + a | a Î R} adalah Ring dengan (S + a) + (S + b) = S + (a +b)
dan (S + a) . (S + b) = S + (a . b). Ring semacam ini disebut Ring Faktor
atau Ring Koisen.
Sekarang akan kita buktikan bahwa R/S = {S + a | a Î R}
membentuk suatu Ring, yaitu dengan memperhatikan syarat-syarat dari
suatu struktur aljabar dengan dua operasi biner yaitu terhadap
penjumlahan (+) dan terhadap perkalian (.) yang membentuk suatu
Ring (R/K,+,.). Adapun syarat-syarat suatu struktur aljabar yang
mempunyai dua operasi biner membentuk suatu Ring adalah sebagai
berikut :
1. Tertutup terhadap penjumlahan (+) di R/S
Misalkan a, b Î R dan a + b Î R
Maka :
Untuk setiap (S + a), (S + b) Î R/S
berlaku (S + a) + (S + b) = S + (a +b)
yang berarti S + (a + b) Î R/S
Sehingga S + (a + b) Î R/S, tertutup terhadap penjumlahan di R/S
BAHAN AJAR STRUKTUR ALJABAR, BY FADLI
120
2. Assosiatif terhadap penjumlahan (+) di R/S
Misalkan a, b, c Î R
maka (a + b) + c = a + (b + c)
Sehingga :
Untuk setiap (S + a), (S + b), (S + c) Î R/S
[(S + a) + (S + b)] + (S + c) = (S + a) + [(S + b) + (S + c)]
[S + (a + b)] + (S + c) = (S + a) + [S + (b + c)]
S + [(a + b) + c] = S + [a + (b + c)]
S + [a + (b +c)] = S + [(a + b) + c]
(S + a) + [S + (b + c)] = [S + (a + b)] + (S + c)
(S + a) + [(S + b)+(S + c)] = [(S + a)+(S + b)] + (S + c)
3. Adanya unsur satuan atau identitas terhadap penjumlahan (+) di R/S
Misalkan a Î R
maka a + e = e + a = a
Sehingga :
Untuk setiap (S + a) Î R/S
(S + 0) + (S + a) = S + (0 + a) = S + a
(S + a) + (S + 0) = S + (a + 0) = S + a
⇒ (S + 0) + (S + a) = (S + a) + (S + 0) = S + a
4. Adanya unsur balikan atau invers terhadap penjumlahan (+) di R/S
Misalkan a Î R
maka a + (-a) = (-a) + a = e = 0
Sehingga :
Untuk setiap (S + a) Î R/S
(S + a) + (S + (-a)) = S + (a + (-a)) = S + 0 = S
(S + (-a)) + (S + a) = S + ((-a) + a) = S + 0 = S
⇒ (S + a) + (S + (-a)) = (S + (-a)) + (S + a) = S + 0 = S
BAHAN AJAR STRUKTUR ALJABAR, BY FADLI
121
5. Komutatif terhadap penjumlahan (+) di R/S
Misalkan a,b Î R
maka a + b = b + a
Sehingga :
Untuk setiap (S + a), (S + b) Î R/S
(S + a)+(S + b) = (S + b) + (S + a)
S + (a + b) = S + (b + a)
S + (b + a) = S + (a + b)
(S + b) + (S + a) = (S + a)+(S + b)
6. Tertutup terhadap perkalian (.) di R/S
Misalkan a, b Î R dan a . b Î R
Maka :
Untuk setiap (S + a), (S + b) Î R/S
berlaku (S + a) . (S + b) = S + (a . b)
yang berarti S + (a . b) Î R/S
Sehingga S + (a . b) Î R/S, tertutup terhadap perkalian di R/S
7. Assosiatif terhadap perkalian (.) di R/S
Misalkan a, b, c Î R
maka (a . b) . c = a . (b . c)
Sehingga :
Untuk setiap (S + a), (S + b), (S + c) Î R/S
[(S + a) . (S + b)] . (S + c) = (S + a) . [(S + b) . (S + c)]
[S + (a . b)] . (S + c) = (S + a) . [S + (b . c)]
S + [(a . b) . c] = S + [a . (b . c)]
S + [a . (b . c)] = S + [(a . b) . c]
(S + a) . [S + (b . c)] = [S + (a . b)] . (S + c)
(S + a) . [(S + b) . (S + c)] = [(S + a) . (S + b)] . (S + c)
BAHAN AJAR STRUKTUR ALJABAR, BY FADLI
122
8. Adanya unsur satuan atau identitas terhadap perkalian (.) di R/S
Misalkan a Î R
maka a . e = e . a = a
Sehingga :
Untuk setiap (S + a) Î R/S
(S + 1) . (S + a) = S + (1 . a) = S + a
(S + a) . (S + 1) = S + (a . 1) = S + a
⇒ (S + 1) . (S + a) = (S + a) . (S + 1) = S + a
9. Distributif perkalian (.) terhadap penjumlahan (+) di R/S
Misalkan a, b, c Î R
maka a . (b + c) = (a . b) + (a . c) dan (a + b) . c = (a . c) + (b . c)
Sehingga :
Untuk setiap (S + a), (S + b), (S + c) Î R/S
(S + a) . [(S + b) + (S + c)] = [(S+a).(S+b)] + [(S+a).(S+c)]
(S + a) . [S + (b + c)] = [S + (a . b)] + [S + (a . c)]
S + [a . (b + c)] = S + [(a . b) + (a . c)]
S + [(a . b) + (a . c)] = S + [a . (b + c)]
[S + (a . b)] + [S + (a . c)] = S + a) . [S + (b + c)]
[(S+a).(S+b)] + [(S+a).(S+c)] = (S + a) . [(S + b) + (S + c)]
dan
[(S + a) + (S + b)] . (S + c) = [(S+a).(S+c)] + [(S+b).(S+c)]
[S + (a + b)] . (S + c) = [S + (a . c)] + [S + (b . c)]
S + [(a +b) . c] = S + [(a . c) + (b . c)]
S + [(a . c) + (b . c)] = S + [(a +b) . c]
[S + (a . c)] + [S + (b . c)] = [S + (a + b)] . (S + c)
[(S+a).(S+c)] + [(S+b).(S+c)] = [(S + a) + (S + b)] . (S + c)
BAHAN AJAR STRUKTUR ALJABAR, BY FADLI
123
Dengan kata lain, misalkan R adalah suatu Ring dan S adalah suatu
Ideal dari R, maka R/S disebut Ring Faktor jika :
1. (R/S,+) merupakan suatu Grup Komutatif
2. (R/S,.) merupakan suatu Semigrup/Monoid
3. (R/S,+,.) merupakan distributif perkalian terhadap penjumlahan
Contoh 8.1 :
Bila K = {0, 2, 4} adalah suatu Ideal yang dibangun oleh 2 dalam Z6.
Tunjukan Z6/K adalah merupakan Ring Faktor.
Penyelesaian :
Ada dua koset / Ideal dari Ring Z6, yaitu :
K = {0, 2, 4}
K + 1 = {1, 3, 5}
Sehingga Z6/K = {K, K + 1}
Tabel 8.1.
Daftar Cayley (Z6/K = Z6/{0, 2, 4}, +) dan (Z6/K = Z6/{0, 2, 4}, .)
+ K K + 1
. K K + 1
K K K +1
K K K
K + 1 K + 1 K
K + 1 K K + 1
Tabel 8.1. menunjukan penjumlah dan perkalian unsur-unsur dari Z6/K.
Selanjutnya dari tabel, kita akan membuktikan bahw Z6/K dengan syaratsyarat
suatu Ring merupakan Ring Faktor dari Z6/K. Adapun syaratsyaratnya
sebagai berikut :
BAHAN AJAR STRUKTUR ALJABAR, BY FADLI
124
1. Tertutup terhadap penjumlahan (+) di Z6/K
" K, K + 1 Î Z6/K
berlaku K + (K + 1) = K + (0 + 1) = K + 1
Sehingga K + 1 Î Z6/K
2. Assosiatif terhadap penjumlahan (+) di Z6/K
" K, K + 1 Î Z6/K
[K + (K + 1)] + (K + 1) = K + [(K + 1) + (K + 1)]
[K + (0 + 1)] + (K + 1) = K + [K + (1 + 1)]
(K + 1) + (K + 1) = K + (K + 0)
K + (1 + 1) = K + (0 + 0)
K = K
Sehingga [K + (K + 1)] + (K + 1) = K + [(K + 1) + (K + 1)] = K
3. Adanya unsur satuan atau identitas terhadap penjumlahan (+) di Z6/K
" K + 1 Î Z6/K
(K + 0) + (K + 1) = K + (0 + 1) = K + 1
(K + 1) + (K + 0) = K + (1 + 0) = K + 1
Sehingga (K + 0) + (K + 1) = (K + 1) + (K + 0) = K + 1
4. Adanya unsur balikan atau invers terhadap penjumlahan (+) di Z6/K
" K + 1 Î Z6/K
(K + 1) + (K + (-1)) = K + (1 + (-1)) = K + 0 = K
(K + (-1)) + (K + 1) = K + ((-1) + 1) = K + 0 = K
Sehingga (K + 1) + (K + (-1)) = (K + (-1)) + (K + 1) = K + 0 = K
5. Komutatif terhadap penjumlahan (+) di Z6/K
" K, K + 1 Î Z6/K
K + (K + 1) = (K + 1) + K
K + (0 + 1) = K + (1 + 0)
K + 1 = K + 1
Sehingga K + (K + 1) = (K + 1) + K = K + 1
BAHAN AJAR STRUKTUR ALJABAR, BY FADLI
125
6. Tertutup terhadap perkalian (.) di Z6/K
" K, K + 1 Î Z6/K
berlaku K . (K + 1) = K + (0 . 1) = K + 0 = K
Sehingga K Î Z6/K
7. Assosiatif terhadap perkalian (.) di Z6/K
" K, K + 1 Î Z6/K
[K . (K + 1)] . (K + 1) = K . [(K + 1) . (K + 1)]
[K + (0 . 1)] . (K + 1) = K . [K + (1 . 1)]
(K + 0) . (K + 1) = K . (K + 1)
K + (0 . 1) = K + (0 . 1)
K = K
Sehingga [K . (K + 1)] . (K + 1) = K . [(K + 1) . (K + 1)] = K
8. Adanya unsur satuan atau identitas terhadap perkalian (.) di Z6/K
" K Î Z6/K
(K + 1) . K = K + (1 . 0) = K + 0 = K
K . (K + 1) = K + (0 . 1) = K + 0 = K
Sehingga (K + 1) + K = K + (K + 1) = K + 0 = K
9. Distributif perkalian (.) terhadap penjumlahan (+) di Z6/K
" K, K + 1 Î Z6/K
Misalkan a = K , b = K + 1 dan c = K + 1
a. (b + c) = (a . b) + (a . c)
K . [(K + 1) + (K + 1)] = [K . (K + 1)] + [K . (K + 1)]
K . [K + (1 + 1)] = [K + (0 . 1)] + [K + (0 . 1)]
K + [0 . (1 + 1)] = K + [(0 . 1) + (0 . 1)]
K + (0 . 0) = K + (0 + 0)
K = K
Sehingga K . [(K + 1) + (K + 1)] = [K . (K + 1)] + [K . (K + 1)] = K
Jadi, Z6/K = {K, K + 1} adalah merupakan suatu Ring Faktor
BAHAN AJAR STRUKTUR ALJABAR, BY FADLI
126
Sebenarnya dari tabel juga kita telah bisa mengetahui bahwa Z6/K
adalah merupakan Ring Faktor, karena hasil dari penjumlahan dan
perkalian unsur-unsur Z6/K menghasilkan unsur-unsur itu sendiri. Jadi bila
K adalah suatu Ideal dan R adalah suatu Ring, maka kita dapat
menentukan Ring Faktor dari R/K dengan membuat tabel daftar Cayley
terhadap penjumlahan dan perkalian unsur-unsur dari R/K, yang disebut
tabel Ring Faktor dari R/K.
8.2. Homomorfisma Ring
Pada bab 4, telah kita pelajari mengenai Homomorfisma Grup yaitu
suatu pemetaan dari Grup G ke Grup G’ yang mengawetkan operasi yang
ada pada Grup tersebut.
Sama halnya dengan Grup, pada Ring juga ada pemetaan dari Ring
R ke Ring R’ yang mengawetkan kedua operasi yang ada dalam Ring
tersebut, yang disebut dengan Homomorfisma Ring.
Definisi 8.2 :
Suatu pemetaan f dari Ring (R,+,.) ke Ring (R’,Å,Ä) disebut suatu
Homomorfisma Ring bila " a, b Î R berlaku :
1. f(a + b) = f(a) Å f(b)
2. f(a . b) = f(a) Ä f(b)
Dalam suatu Ring telah kita ketahui operasi biner yang ada pada
umumnya adalah operasi penjumlahan dan operasi perkalian, sehingga
biar tidak menimbulkan keraguan maka definisi tersebut dapat kita
tuliskan sebagi berikut :
BAHAN AJAR STRUKTUR ALJABAR, BY FADLI
127
Definisi 8.3 :
Suatu pemetaan f dari Ring R ke Ring R’ disebut suatu Homomorfisma
Ring bila " a, b Î R berlaku :
1. f(a + b) = f(a) + f(b)
2. f(a . b) = f(a) . f(b)
Ada beberapa definisi khusus mengenai Homomorfisma Ring adalah
sebagai berikut :
Definisi 8.4 :
a. Suatu Homomorfisma Ring yang bersifat injektif (1 – 1) disebut
dengan Monomorfisma Ring.
b. Suatu Homomorfisma Ring yang bersifat surjektif (pada) disebut
dengan Epimorfisma Ring.
c. Suatu Homomorfisma Ring yang bersifat bijektif, yaitu bersifat injektif
(1 – 1) dan surjektif (pada), disebut dengan Isomorfisma Ring.
Definisi 8.5 :
Suatu Homomorfisma dari suatu Ring ke dalam dirinya sendiri dinamakan
suatu Endomorfisma dan suatu Endomorfisma yang bijektif dinamakan
Automorfisma.
Contoh 8.2 :
Tunjukan apakah f : Z R dengan f(a) = a adalah suatu Homomorfisma
Ring.
Penyelesaian :
Akan kita buktikan bahwa " a, b Î R berlaku :
1. f(a + b) = f(a) + f(b)
2. f(a . b) = f(a) . f(b)
BAHAN AJAR STRUKTUR ALJABAR, BY FADLI
128
Sehingga :
1. f(a + b) = f(a) + f(b), " a, b Î R
(a + b) = (a) + (b)
a + a = a + b
2. f(a . b) = f(a) . f(b), " a, b Î R
(a . b) = (a) . (b)
a . b = a . b
Dikarenakan untuk f(a + b) = f(a) + f(b) dan f(a . b) = f(a) . f(b) maka
f : Z R untuk f(a) = a adalah merupakan suatu Homomorfisma
Ring.
Contoh 8.3 :
Tunjukan apakah f : Z R dengan f(a) = 2a adalah suatu Homomorfisma
Ring.
Penyelesaian :
Akan kita buktikan bahwa " a, b Î R berlaku :
1. f(a + b) = f(a) + f(b)
2. f(a . b) = f(a) . f(b)
Sehingga :
1. f(a + b) = f(a) + f(b), " a, b Î R
2(a + b) = 2a + 2b
2(a + b) = 2(a + b)
a + b = a + b
2. f(a . x) = f(a) . f(b), " a, x Î R
2ab = 2a . 2b
2ab ¹ 4ab
Dikarenakan untuk f(a . b) ¹ f(a) . f(b) maka f : Z R untuk f(a) = 2a
bukan merupakan Homomorfisma Ring.
BAHAN AJAR STRUKTUR ALJABAR, BY FADLI
129
Teorema 8.1 :
Misalkan R adalah suatu Ring dan R’ juga merupakan suatu Ring. Bila
pemetaan f : R R’ adalah suatu Homomorfisma Ring, maka :
1. f(0) = 0’, dengan 0 merupakan unsur nol di R dan 0’ merupakan unsur
nol di R’
2. f(-a) = -f(a), " a Î R
Bukti :
1. f(0) = 0’, dengan 0 merupakan unsur nol di R dan 0’ merupakan unsur
nol di R’
Ambil sebarang nilai a Î R
0 merupakan unsur nol di R, yang berarti a + 0 = 0+ a = a
Sehingga :
f(a) = f(a + 0) = f(a) + f(0)
dan
f(a) = f(0 + a) = f(0) + f(a)
Maka :
f(a) = f(a) + f(0) = f(0) + f(a)
Ini berarti bahwa f(0) merupakan unsur nol di R’. Karena unsur
nol di R’ adalah 0’ maka dengan sifat ketunggalan unsur nol
didapat f(0) = 0’.
2. f(-a) = -f(a), " a Î R
Ambil sebarang nilai a Î R
Karena ada a Î R, maka ada -a Î R
yang berarti a + (-a) = (-a) + a = 0
Sehingga :
f(0) = f(a + (-a)) = f(a) + f(-a)
dan
f(0) = f((-a) + a) = f(-a) + f(a)
BAHAN AJAR STRUKTUR ALJABAR, BY FADLI
130
Maka :
f(0) = f(a) + f(-a) = f(-a) + f(a)
Dari pembuktian f(0) = 0’, didapat :
f(a) + f(-a) = f(-a) + f(a) = f(0) = 0’
Dengan sifat ketunggalan dari unsur balikan atau invers, maka
f(-a) = -f(a).
Definisi 8.6 :
Kernel (Inti) dari suatu Homomorfisma Ring f adalah {a Î R | f(a) = 0’},
biasa ditulis K = {a Î R | f(a) = 0}.
Pada sub pokok bahasan berikut akan dibicarakan mengenai
teorema yang cukup penting dalam Homomorfisma Ring, yaitu teorema
dasar Isomomorfisma.
8.3. Teorema Dasar Isomorfisma
Misalkan terdapat dua Ring R dan R’. Ring R dan R’ dikatakan
Isomorfik jika terdapat suatu Isomorfisma dari R ke R’ atau sebaliknya
terdapat suatu Isomorfisma dari R’ ke R. Terdapat tiga teorema dasar
mengenai Isomorfisma Ring yang akan dijelaskan dalam sub pokok
bahasan ini.
Teorema berikut disebut sebagai teorema pertama untuk
Isomorfisma Ring.
Teorema 8.2 : (Teorema pertama Isomorfisma)
Misalkan R dan R’ adalah suatu Ring. Bila m adalah suatu Homomorfisma
dari R pada R’ dengan kernel K, maka R’ @ R/K.
BAHAN AJAR STRUKTUR ALJABAR, BY FADLI
131
Bukti :
Misalkan t : R/K R, maka t(K + a) = m(a)
a. Akan ditunjukan bahwa t merupakan suatu pemetaan
Misalkan K + a = K + b, dimana K + a, K + b Î R/K
Maka t(K + a) = m(a) dan t(K + b) = m(b)
Jika m adalah Homomorfisma maka m(a – b) = m(a) – m(b)
K + a = K + b, berarti juga a – b Î K
Sehingga :
m(a – b ) = 0’
m(a) – m(b) = 0’
m(a) = m(b)
t(K + a) = t(K +b)
Jadi t merupakan suatu pemetaan
b. Akan ditunjukan bahwa t merupakan suatu Homomorfisma
t[(K + a) + (K + b)]= t(K + (a + b))
= m(a + b)
= m(a) + m(b)
= t(K + a) + t(K + b)
dan
t[(K + a) . (K + b)] = t(K + (a . b))
= m(a . b)
= m(a) . m(b)
= t(K + a) . t(K + b)
Jadi t merupakan suatu Homomorfisma
c. Akan ditunjukan bahwa t bersifat injektif (1 – 1)
Misalkan m(a) = m(b) K + a = K +b
m(a) = m(b)
m(a) + m(b) = 0’
m(a + b) = 0’
BAHAN AJAR STRUKTUR ALJABAR, BY FADLI
132
Itu berarti a – b Î K, sehingga K + a = K + b
Jadi t bersifat Injektif (1 – 1)
d. Akan ditunjukan bahwa t bersifat surjektif (pada)
Misalkan b Î R’, berarti b = m(a) untuk suatu a Î R
Diketahui a ÎR dan f : R R/K, berarti a dipetakan ke K + a ÎR/K
Kita pilih c = K + a ÎR/K, sehingga
t(c) = t(K + a) = m(a) = b Î R’
Jadi t bersifat surjektif (pada)
Terbukti terdapat Isomorfisma dari R/K ke R’
R’ @ R/K atau R/K @ R’
Teorema berikut ini disebut sebagai teorema kedua dari
Isomorfisma Ring.
Teorema 8.3 : (Teorema kedua Isomorfisma)
Misalkan R dan R’ adalah suatu Ring dan m adalah Homomorfisma dari R
pada R’ dengan kernel K. Bila S’ adalah suatu Ideal dari R’ dan S adalah
suatu Ideal dari R, maka S/K @ S’ untuk S = {a ÎR | m(a) Î S’}.
Bukti :
Untuk membuktikan teorema ini, maka terlebih dahulu perlu kita buktikan
bahwa S adalah merupakan Ideal dari R.
Dari definisi Ideal diperoleh :
a. S ¹ f, maka terdapat 0 Î R, sehingga m(0) = 0’ dan 0’ Î S’
b. S merupakan himpunan bagian dari R, sehingga S Í R
c. Misalkan a, b Î S
Sehingga diperoleh a Î R, m(a) ÎS’ dan b Î R, m(b) Î S’
Jika a + b Î R, maka m(a + b) = m(a) + m(b) Î S’
d. Misalkan a Î S dan r ÎR
· Untuk Ideal Kiri
BAHAN AJAR STRUKTUR ALJABAR, BY FADLI
133
Misalkan a Î R dan r Î R
m(ra) = m(r) . m(a)
Sehingga m(a) Î S’ dan m(r) Î R’
Karena S’ merupakan Ideal R’, maka diperoleh m(ra) = m(r) . m(a)
Jadi ra Î S, sehingga S merupakan Ideal kiri di R
· Untuk Ideal Kanan
Misalkan a Î R dan r Î R
m(ar) = m(a) . m(r)
Sehingga m(a) Î S’ dan m(r) Î R’
Karena S’ merupakan Ideal R’, maka diperoleh m(ar) = m(a) . m(r)
Jadi ar Î S, sehingga S merupakan Ideal kanan di R
Maka dapat disimpulkan bahwa S adalah Ideal di R
Berikutnya akan ditunjukan bahwa K Í S
Misalkan k Î K dan m(k) = 0’ Î S’
Sehingga k Î S, yang berarti " k Î K, k Î K k Î S.
Dapat disimpulkan K Í S
Jadi pemetaan m yang dibatasi pada S mendefinisikan suatu
Homomorfisma dari S ke S’ dengan kernel K. Sehingga berdasarkan
teorema pertama Isomorfisma, terbukti bahwa terdapat Isomorfisma dari
S/K ke S’.
S’ @ S/K atau S/K @ S’
Teorema berikut ini disebut sebagai teorema ketiga dari
Isomorfisma Ring.
Teorema 8.4 : (Teorema ketiga Isomorfisma)
Misalkan R dan R’ adalah suatu Ring dan m adalah Homomorfisma dari R
pada R’ dengan kernel K. Bila S’ adalah suatu Ideal dari R’ dan S adalah
BAHAN AJAR STRUKTUR ALJABAR, BY FADLI
134
suatu Ideal dari R, maka R/S @ R’/S’ untuk S = {a ÎR | m(a) Î S’}. Secara
ekuivalen, bila K suatu Ideal dari R dan K Í S adalah suatu Ideal dari
R,maka R/S @ (R/K) / (S/K).
Bukti :
Misalkan t : a m(a) + S’ atau t(a) Î R’/S’, mendefinisikan pemetaan
t : R R’/S’
a. Akan ditunjukan bahwa t merupakan suatu Homomorfisma
Misalkan a, b Î R
Sehingga diperoleh t(a) = m(a) + S’ dan t(b) = m(b) + S’
t(a + b) = m(a + b) + S’
= (m(a) + m(b)) + S’
= (m(a) + S’) + (m(b) + S’)
= t(a) + t(b)
dan
t(a . b) = m(a . b) + S’
= (m(a) . m(b)) + S’
= (m(a) + S’) . (m(b) + S’)
= t(a) . t(b)
Jadi " a, b ÎR berlaku t(a + b) = t(a) + t(b) dan t(a.b) = t(a) . t(b),
yang berarti t merupakan suatu Homomorfisma
b. Akan ditunjukan bahwa t bersifat surjektif (pada)
Ambil x Î R’/S’
Misalkan x = a’ + S’, a’ Î R’
Jika m pemetaan pada, berarti $ a Î R sehingga m(a) = a
Maka diperoleh x = m(a) + S’
Pilih a ÎR sehingga t(a) = m(a) + S’ = x
Jadi " x ÎR’/S’, $ a Î R sehingga t(a) = x.
Dengan kata lain, t bersifat surjektif (pada)
BAHAN AJAR STRUKTUR ALJABAR, BY FADLI
135
c. Akan ditunjukan bahwa S = K
Ambil a Î Ker(t) Í R
Diperoleh t(a) = S’, padahal t(a) = m(a) + S’
Jadi m(a) + S’ = S’
Karena S’ Grup bagian aditif dari R’ diperoleh m(a) Î S’
Berdasarkan definisi Ideal, diperoleh a Î S
Jadi " a Î Ker(t) a Î S
Dengan kata lain, Ker(t) Í S
Ambil a Î S, berarti a Î R dan m(a) Î S’
Diperoleh t(a) = m(a) + S’ = S’, sebab m(a) Î S’
Sehingga a Î K, yang berarti S Í K
Dari dapat disimpulkan bahwa S =K
Diperoleh t : R R’/S’ Homomorfisma surjektif (pada) dengan
kernel K = S.
Berdasarkan teorema kedua Isomorfisma, diperoleh R/S @ R’/S’.
Padahal R’ @ R/K dan S’ @ S/K
Sehingga terbukti terdapat Isomorfisma dari R’/S’ ke R/S
R’/S’ @ R/S @ (R/K)/(S/K)
8.4. Rangkuman
1. Misalkan R adalah suatu Ring dan S adalah suatu Ideal dari R.
R/S ={S + a | a Î R} adalah suatu Ring Faktor atau Ring Koisen
dengan :
(S + a) + (S + b) = S + (a +b)
dan
(S + a) . (S + b) = S + (a . b)
BAHAN AJAR STRUKTUR ALJABAR, BY FADLI
136
2. Suatu pemetaan f dari Ring R ke Ring R’ disebut suatu Homomorfisma
Ring bila " a, b Î R berlaku :
· f(a + b) = f(a) + f(b)
· f(a . b) = f(a) . f(b)
3. Suatu Homomorfisma Ring yang bersifat injektif (1 – 1) disebut
dengan Monomorfisma Ring. Suatu Homomorfisma Ring yang bersifat
surjektif (pada) disebut dengan Epimorfisma Ring. Suatu
Homomorfisma Ring yang bersifat bijektif, yaitu bersifat injektif (1 – 1)
dan surjektif (pada), disebut dengan Isomorfisma Ring.
4. Suatu Homomorfisma dari suatu Ring ke dalam dirinya sendiri
dinamakan suatu Endomorfisma dan suatu Endomorfisma yang bijektif
dinamakan Automorfisma.
5. Misalkan R dan R’ merupakan suatu Ring. Bila pemetaan f : R R’
adalah suatu Homomorfisma Ring, maka :
· f(0) = 0’, dengan 0 merupakan unsur nol di R dan 0’ merupakan
unsur nol di R’
· f(-a) = -f(a), " a Î R
6. Misalkan R dan R’ adalah suatu Ring. Bila m adalah suatu
Homomorfisma dari R pada R’ dengan kernel K,maka R’ @ R/K.
7. Misalkan R dan R’ adalah suatu Ring dan m adalah Homomorfisma dari
R pada R’ dengan kernel K. Bila S’ adalah suatu Ideal dari R’ dan S
adalah suatu Ideal dari R, maka S/K @ S’ untuk S = {a ÎR | m(a) Î S’}.
BAHAN AJAR STRUKTUR ALJABAR, BY FADLI
137
8. Misalkan R dan R’ adalah suatu Ring dan m adalah Homomorfisma
dari R pada R’ dengan kernel K. Bila S’ adalah suatu Ideal dari R’
dan S adalah suatu Ideal dari R, maka R/S @ R’/S’ untuk S = {a ÎR |
m(a) Î S’}. Secara ekuivalen, bila K suatu Ideal dari R dan K Í S
adalah suatu Ideal dari R,maka R/S @ (R/K) / (S/K).
8.5. Soal-soal Latihan
1. Misalkan K adalah ideal-ideal yang dibangun oleh Z4. Carilah ideal-ideal
yang dibangun tersebut dan tunjukan Z4/K adalah merupakan Ring
Faktor
2. Carilah K yang merupakan suatu Ideal yang dibangun oleh 2 dalam
Z8. Tunjukan Z8/K adalah merupakan Ring Faktor.
3. Berikut ini diberikan pemetaan-pemetaan, yang mana dari pemetaanpemetaan
tersebut merupakan Homomorfisma.
· f : Z Z, dengan f(a) = 4a
· f : Z Z, dengan f(a) = a3
· f : Z6 Z3, dengan f(a) = a + 1
· f : Z R, dengan f(a) = 2a
4. Tunjukan apakah Z2 X Z3 merupakan Isomorfisma dengan Z6, sehingga
Z2 X Z3 @ Z6
5. Tunjukan bila R, R’ dan R’’ adalah merupakan suatu ring-ring dan bila
g : R R’ dan f : R’ R’’ adalah merupakan suatu homomorfismahomomorfisma,
maka pemetaan komposisi f o g : R R’’ adalah juga
merupakan Homomorfisma.
ª§©§ª