Minggu, 28 Desember 2014


Dekorasi penjor saat perayaan Galungan di Bali
Dekorasi penjor saat perayaan Galungan di Bali
Perayaan Hari Raya Galungan identik dengan penjor yang dipasang di tepi jalan, menghiasi jalan raya yang bernuansa alami. Di jaman modern ini, apalagi sebagai tujuan pariwisata, pulau Bali kerap disorot sebagai pulau yang indah sekaligus religius. (Penjor adalah bambu yang dihias sedemikian rupa sesuai tradisi masyarakat Bali setempat).
Dengan tulisan yang singkat ini, semoga Anda bisa memaknai Sejarah Hari Raya Galungan dan Kuningan lebih dalam lagi, tidak hanya menikmati pemandangannya, tapi juga mengerti maknanya.
Adapula Hari Raya Galungan ialah hari dimana umat Hindu memperingati terciptanya alam semesta jagad raya beserta seluruh isinya. Serta merayakan kemenangan kebaikan (dharma) melawan kejahatan (adharma). Sebagai ucapan syukur, umat Hindu memberi dan melakukan persembahan pada Sang Hyang Widhi dan Dewa Bhatara (dengan segala manifestasinya).
Penjor yang terpasang di tepi jalan (setiap rumah) sendiri merupakan aturan ke hadapan Bhatara Mahadewa (sebagaimana di kutip Wikipedia).


Arti kata Galungan
Diambil dari bahasa Jawa Kuna yang berarti bertarung. Biasa disebut juga “dungulan” yang artinya menang. Perbedaan penyebutan Wuku Galungan (di Jawa) dengan Wuku Dungulan (di Bali) adalah sama artinya, yakni wuku yang kesebelas.
Kapan Galungan dirayakan pertama kali
Asal usul Hari Raya Galungan memang sulit dipastikan kapan tepatnya pertama kali diadakan, oleh siapa dan dimana. Namun menurut Drs. I Gusti Agung Gede Putra selaku mantan Dirjen Bimas Hindu dan Buddha Departemen Agama RI mempekirakan Hari Raya Galungan sudah dalam dirayakan oleh umat Hindu di seluruh Indonesia sebelum populer di Pulau Bali.
Tapi menurut lontar Purana Bali Dwipa, Hari Raya Galungan pertama kali dirayakan pada hari Purnama Kapat (Budha Kliwon Dungulan) di tahun 882 Masehi atau tahun Saka 804. Lontar tersebut berbunyi: “Punang aci Galungan ika ngawit, Bu, Ka, Dungulan sasih kacatur, tanggal 15, isaka 804. Bangun indria Buwana ikang Bali rajya.” Artinya: “Perayaan (upacara) Hari Raya Galungan itu pertama-tama adalah pada hari Rabu Kliwon, (Wuku) Dungulan sasih kapat tanggal 15, tahun 804 Saka. Keadaan Pulau Bali bagaikan Indra Loka.”
Lontar sendiri bisa disebut ibarat pustaka suci (yang disucikan) / kitab pedoman dan disimpan oleh umat Hindu.
Galungan dan Kuningan dirayakan sebanyak dua kali dalam setahun kalender Masehi (kalender yang biasa kita pakai). Jarak antara Galungan dan Kuningan sendiri ialah 10 hari. Perhitungan perayaan kedua hari raya tersebut berdasarkan kalender Bali.
Galungan setiap hari Rabu pada wuku Dungulan. Sementara Kuningan setiap hari Sabtu pada wuku Kuningan. Di tahun 2012, Galungan dirayakan pada 1 Februari 2012 dan 29 Agustus 2012. Kuningan di tahun 2012 dirayakan pada 11 Februari 2012 dan 8 September 2012.

Umat Hindu di Bali merayakan Galungan dengan bersembahyang di Pantai Padanggalak, Denpasar.

Umat Hindu di Bali merayakan Galungan dengan bersembahyang di Pantai Padanggalak, Denpasar. Foto: Kompas.
Makna Hari Raya Galungan dan Kuningan
Secara filosofis, Hari Raya Galungan dimaksudkan agar umat Hindu mampu membedakan dorongan hidup antara adharma dan budhi atma (dharma = kebenaran) di dalam diri manusia itu sendiri. Kebahagiaan bisa diraih tatkala memiliki kemampuan untuk menguasai kebenaran.
Dilihat dari sisi upacara, adalah sebagai momen umat Hindu untuk mengingatkan baik secara spiritual maupun ritual agar selalu melawan adharma dan menegakkan dharma. Bisa disimpulkan bahwa inti Galungan ialah menyatukan kekuatan rohani agar umat Hindu mendapat pendirian serta pikiran yang terang, yang merupakan wujud dharma dalam diri manusia.
Kesimpulannya, hakikat Galungan adalah perayaan menangnya dharma melawan adharma.
Jadi, inti Galungan adalah menyatukan kekuatan rohani agar mendapat pikiran dan pendirian yang terang. Bersatunya rohani dan pikiran yang terang inilah wujud dharma dalam diri. Sedangkan segala kekacauan pikiran itu (byaparaning idep) adalah wujud adharma. Dari konsepsi lontar Sunarigama inilah didapatkan kesimpulan bahwa hakikat Galungan adalah merayakan me-nangnya dharma melawan adharma.
Pada hari Jumat Wage Kuningan yang juga disebut hari Penampahan Kuningan. Dalam lontar Sundarigama sebenarnya tidak disebutkan upacara yang mesti dilangsungkan pada hari ini, hanya berupa anjuran untuk melakukan kegiatan rohani yang dalam lontar disebutkan Sapuhakena malaning jnyana (lenyapkanlah pikiran yang buruk/kotor). Keesokan harinya yakni Sabtu Kliwon atau disebut Kuningan, dalam lontar Sundarigama disebutkan, upacara menghaturkan sesaji pada hari ini hendaknya dilaksanakan pada pagi hari. Serta menghindari menghaturkan upacara lewat tengah hari. Mengapa? Karena pada tengah hari para Dewata dan Dewa Pitara “diceritakan” kembali ke Swarga (Dewa mur mwah maring Swarga).
Demikian Sejarah Hari Raya Galungan dan Kuningan di Bali, semoga berguna
:)  oleh Ida Ayu Kade Suryani ACA 111 0101

Rabu, 24 Desember 2014

  UPACARA TIGA BULANAN DAN OTONAN 

Om Swastyastu,

Tujuan UPACARA TIGA BULANAN Yang mungkin perlu dijelaskan lebih lengkap adalah urutan upacara dan symbol (niyasa) yang digunakan.

Urutan upacara :
1) ayah dan ibu bayi mebeakala dengan tujuan menghilangkan cuntaka karena melahirkan.
2) Nyama bajang dan kandapat "diundang" untuk dihaturi sesajen sebagai ucapan terima kasih karena telah merawat bayi sejak dalam kandungan sampai lahir dengan selamat. Tattwa yang sebenarnya adalah syukuran kehadapan Hyang Widhi atas kelahiran bayi.
3) Si Bayi natab banten bajang colong artinya menerima lungsuran (prasadam) dari "kakaknya" yaitu kandapat (plasenta : ari-ari, getih, lamas, yeh-nyom)
4) si Bayi "mepetik" (potong rambut, terus digundul, menghilangkan rambut "kotor" yang dibawa sejak lahir).
5) Si Bayi "mapag rare" (disambut kelahirannya) di Sanggah pamerajan, memberi nama, dan menginjakkan kaki pertama kali di tanah didepan Kemulan.
6) Si Bayi menerima lungsuran (prasadam) Hyang Kumara yaitu manifestasi Hyang Widhi yang menjaga bayi.
7) Si Bayi "mejaya-jaya" dari Sulinggih, yaitu disucikan oleh Pendeta.

Symbol (niyasa) yang digunakan dalam upacara Tiga Bulanan : Regek yaitu anyaman 108 helai daun kelapa gading berbentuk manusia, sebagai symbol Nyama Bajang; Papah yaitu pangkal batang daun kelapa gading sebagai symbol ari-ari, Pusuh yaitu jantung pisang sebagai symbol getih (darah), Batu sebagai symbol yeh-nyom, Blego sebagai symbol lamas, ayam sebagai symbol atma, sebuah periuk tanah yang pecah sebagai symbol kandungan yang sudah melahirkan bayi, lesung batu sebagai symbol kekuatan Wisnu, pane symbol Windu (Hyang Widhi), air dalam pane symbol akasa, tangga dari tebu kuning sepanjang satu hasta diberi palit (anak tangga) tiga buah dari kayu dapdap symbol Smara-Ratih (Hyang Widhi yang memberi panugrahan kepada suami-istri).


Upacara otonan lebih sederhana dari tiga bulanan, karena tujuannya mengucapkan syukur kepada Hyang Widhi atas karunia berupa panjang umur, serta mohon keselamatan dan kesejahteraan.

Yang diragukan oleh ortu anda, mungkin masalah tirta dari Sanggah Pamerajan ketika upacaranya di Jakarta. Jika upacara di Jakarta sudah seperti diatas, atau mendekati seperti itu, sudah cukup. Nanti di Bali dibuatkan tataban di Sanggah pamerajan yang dinamakan upacara "mapinton" yaitu memperkenalkan dan melaporkan kelahiran si bayi kepada roh leluhur yang distanakan di Sanggah Pamerajan. Namun jika ortu berkeras juga mau mengadakan upacara tiga bulanan dan otonan, sebaiknya turuti saja, karena beliau mungkin ingin mencurahkan kasih sayangnya kepada cucunya. Nah dengan demikian anda kan juga berbhakti kepada ortu dan membuat beliau senang, asal saja biayanya terjangkau.

Demikian penjelasan saya,

Om santi, santi, santi, Om.

Oleh Ida
Ayu Kade Suryani ACA 111 0101

Jumat, 19 Desember 2014


Cara Membuat blog profesional dan Website menarik sebenarnya sangat mudah, tapi bagi yeng belum pernah membuat blog memang seperti sulit sekali, soalnya dilihat dari tampilanya sudah sedemikian bagus dan kelihatan rumit dengan script-scriptnya, tapi sebenarnya cara membuat blog di wordpress, diblogger / blogspot sangatlah mudah.., kenapa kelihatan sulit karena kita tidak tahu dasar dasar dalam pembuatan blog dan pembuatan website, membuat blog sama mudahnya dengan membuat website, yang dibutuhkan hanyalah dasar dasarnya saja, Termasuk Toko Online yang sekarang ini lagi ramai.
Untuk tutorila membuat blog di blogger silahkan klik link dibawah ini

http://caramembuatblog.co/cara-membuat-website-blog-gratis

link di atas adalah tutorial membuat blog di blogger.com / blogspot.com
dilengkapi dengan gambar dan panduanya, mulai dari membuat email di google sampai membuat blog di blogger.
Sebenarnya untuk blog gratis masih banyak lagi yang menyediakan layanan dan bisa kita gunakan seperti

WordPress.com

Blog.com

Posterous Spaces

Blogger

LiveJournal

TypePad Micro

Jux

Tumblr

Blogetery

Weebly

Banyak juga yang bertanya tentang cara membuat website, sebenarnya membuat website itu ya sama dengan membuat blog, bedanya kalau website itu terkesan mati dan blog itu lebih hidup, bisa interaksi antara admin dengan pengunjung lewat kotak komentar,. kalau membuat website itu tidak serumit membuat blog, membuat website yang paling sederhana sudah bisa hanya menggunakan hosting tanpa database, cukup mengupload file index.html di hosting yang kita miliki , kita sudah mempunyai website.
Pilih mana antara website dan blog..?? kalau menurut saya tergantung kebutuhan, tapi kelemahanya website itu sifatnya pribadi, jadi misalkan kita membuat website dengan coding dan desaign kita sendiri ya kita harus faham betul , karena kedepanya kemajuan situs kita itu tergantung bagaimana kemampuan dan kreatifitas kita, beda dengan kita membuat situs dengan blog misalkan wordpress.org , disitu kumpulan pengembang sedunia ngumpul disitu,. jadi selalu update dan disempurnakan,. belum lagi pengembang yang kusus mengembangkan tema  menyediakan jutaan pilihan tema baik yang premium maupun gratis,. belum juga pengembang yang fokus ke plugin, yang berfungsi memberi fitur tambahan sesuai dengan kebutuhan situs kita,
dengan wordpress.org kita bisa membuat situs
  1. Website member area
  2. Website sosial media seperti facebook
  3. Website Multy User yang dimana setiap user bisa posting
  4. Website portal berita
  5. Website Ecomerce dan toko online otomatis
  6. Website sekolah
  7. DLL  :D
dan ini sifatnya open source, juga ada forum yng mewadahinya, jadi dukungan luas dan setiap pertanyaan pasti ada jawababnya di forum tersebut, keamananya juga update,
Tanya jawab.
Tanya: Apa yang harus saya siapkan sebelum membuat blog
Jawab: Anda harus punya email dulu… untuk belajar membuatnya nih linknya Link, dan anda juga harus baca tautan ini dulu
Tanya: Blogger kan gratis…? padahal saya ingin blog profesional…?
Jawab: Di blogger juga bisa menjadi profesional kok.., disana ada kuston domain sehinga bisa menjadi nama domain anda sendiri.. dan lagi jika anda nantinya membuat blog di wordpress konten di blogger bisa dipindahin ke wordpress, keren kan..??
Tanya: Saya ingin langsung membuat blog wordpress, bukan blogger
Jawab: Oprek oprek aja situs ini, ada kok tutorialnya… nih linknya “link
Tanya: Saya males membuat blog sendiri, ribet..!! saya banyak kerjaan, ..!!
Jawab: Saya siap bantuin Bossssss….!!
Tanya: Sebenarnya Blogspot sama WordPress itu bagus mana sih..??
Jawab: realative Bos…, Tergantung kebutuhan Anda…, Untuk lebih jelasnya Baca link berikut Kelebihan Blogger dan sebagai pembanding lihat diKelebihan WordPress….
Tanya: Butuh berapa lama saya dalam membuat blog….??
Jawab: setengan jam Juga Sudah beres…..!!
Intinya dalam dunia blogging itu jika kita ingin memulainya kita harus tahu kedepanya blog sobat mau dibuat apa? dibuat bisnis? atau cuma iseng ? Atau website sekolah? dengan demikian sobat bisa menyiapkan semuanya agar nantinya hasil web/blog buatan kita siap pakai sesuai tujuan.

Oleh Ida Ayu Kade Suryani ACA 111 0101
                                                         Kalkulator
                                 Ida Ayu Kade Suryani ACA 111 0101



<html>
<head>
<title align="center">Kalkulator Scientific</title>
<style type="text/css">
<!--
.style2 {
font-size: x-large;
color: #CC0000;
font-style: italic;
font-family: "Times New Roman", Times, serif;
}
body {
background-image: url(1366_768_311008533.jpg);
background-color: #CC0033;
}
.style6 {
color: #CC0000;
font-style: italic;
font-family: "Times New Roman", Times, serif;
}
body,td,th {
color: #000099;
}
-->
</style>
<meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=iso-8859-1"></head>
<body align="center">
<div align="center">
  <h3 class="style2">Ida Ayu Kade Suryani ACA 111 0101</h3>
  <h3 class="style2">Sistem Informasi</h3>
  <h3 class="style2">Kalkulator</h3>
</div>
<tr>
<link href="../../../Users/sisii/AppData/Local/Temp/Rar$EX73.368/11650102_Kalkulator Scientific JS/style.css" rel="stylesheet" type="text/css">
<script language="JavaScript">
function addChar(input, character){
if(input.value == null || input.value == "0")
input.value = character
else
input.value += character
}
 
function cos(form) {
 form.display.value = Math.cos((form.display.value)*(Math.PI/180));
}

function acos(form){
 form.display.value = Math.acos(form.display.value)/(Math.PI/180);
}
 
function sin(form) {
 form.display.value = Math.sin((form.display.value)*(Math.PI/180));
}
function asin(form){
 form.display.value = Math.asin(form.display.value)/(Math.PI/180);
}
 
function tan(form) {
 form.display.value = Math.tan((form.display.value)*(Math.PI/180));
}
 function atan(form){
 form.display.value = Math.atan(form.display.value)/(Math.PI/180);
}
 
function sqrt(form) {
 form.display.value = Math.sqrt(form.display.value);
}
 
function ln(form) {
 form.display.value = Math.log(form.display.value);
}

function exp(form) {
 form.display.value = Math.exp(form.display.value);
}

function PI(form) {  
 form.display.value = Math.PI(form.display.value);
}    
 
function deleteChar(input) {
 input.value = input.value.substring(0, input.value.length - 1)
}
 
function changeSign(input) {
 if(input.value.substring(0, 1) == "-")
 input.value = input.value.substring(1, input.value.length)
 else
 input.value = "-" + input.value
}
 
function compute(form) {
 form.display.value = eval(form.display.value);
}
 
function square(form) {
 form.display.value = eval(form.display.value) * eval(form.display.value)
}

function log(form) {
 form.display.value = Math.log10(form.display.value);
}
 
function checkNum(str) {
 for (var i = 0; i < str.length; i++) {
 var ch = str.substring(i, i+1)
 if (ch < "0" || ch > "9") {
 if (ch != "/" && ch != "*" && ch != "+" && ch != "-" && ch != "."
 && ch != "(" && ch!= ")") {
 alert("invalid entry!")
 return false
 }
 }
 }
 return true
}
</script>
<form name="sci-calc">
  <table width="640" align="center" cellpadding="2" cellspacing="3" bgcolor="#666666">
    <!--DWLayoutTable-->
    <tbody>
      <tr>
        <td height="97" colspan="11" align="center" ><table width="500" height="62" border="2" cellpadding="1" cellspacing="1">
            <tr>
              <td width="700" height="56"><textarea name="display" cols="100" class="blue">0</textarea></td>
            </tr>
        </table></td>
      </tr>
      <tr>
        <td width="68" height="40" align="center"><table width="1" border="2" cellspacing="1" cellpadding="1">
            <tr>
              <td><input name="button23" type="button" onClick="if (checkNum(this.form.display.value)) { exp(this.form) }" value=" EXP "></td>
            </tr>
        </table></td>
        <td width="90" align="center" ><table width="42" border="2" cellspacing="1" cellpadding="1">
            <tr>
              <td width="32"><input name="button9" type="button" onClick="addChar(this.form.display, '7')" value=" 7 "></td>
            </tr>
        </table></td>
        <td width="67" ><table width="43" border="2" cellspacing="1" cellpadding="1">
            <tr>
              <td width="33"><input name="button10" type="button" onClick="addChar(this.form.display, '8')" value=" 8 "></td>
            </tr>
        </table></td>
        <td width="83" align="center"><table width="41" border="2" cellspacing="1" cellpadding="1">
            <tr>
              <td width="31"><input name="button12" type="button" onClick="addChar(this.form.display, '9')" value=" 9 "></td>
            </tr>
        </table></td>
        <td width="67" align="center"><table width="42" border="2" cellspacing="1" cellpadding="1">
            <tr>
              <td width="32"><input name="button21" type="button" onClick="addChar(this.form.display, '/')" value=" / "></td>
            </tr>
        </table></td>
        <td width="77" align="center"><table width="47" border="2" cellspacing="1" cellpadding="1">
            <tr>
              <td width="37"><input name="button" type="button" onClick="if(checkNum(this.form.display.value)) { cos(this.form) }" value="cos"></td>
            </tr>
        </table></td>
        <td width="91" align="center"><table width="61" border="2" cellspacing="1" cellpadding="1">
            <tr>
              <td><input name="button6" type="button" onClick="if (checkNum(this.form.display.value)) { acos(this.form) }" value="arccos"></td>
            </tr>
        </table></td>
        <td colspan="2" align="center" ><!--DWLayoutEmptyCell-->&nbsp;</td>
        <td width="4" align="center"><!--DWLayoutEmptyCell-->&nbsp;</td>
        <td width="3" align="center" ><!--DWLayoutEmptyCell-->&nbsp;</td>
      </tr>
      <tr>
        <td align="center" height="40"><table width="48" border="2" cellspacing="1" cellpadding="1">
            <tr>
              <td width="38"><input name="button62" type="button" onClick="if (checkNum(this.form.display.value)) { log(this.form) }" value="Log"></td>
            </tr>
        </table></td>
        <td align="center" ><table width="41" border="2" cellspacing="1" cellpadding="1">
            <tr>
              <td><input name="button25" type="button" onClick="addChar(this.form.display, '4')" value=" 4 "></td>
            </tr>
        </table></td>
        <td><table width="41" border="2" cellspacing="1" cellpadding="1">
            <tr>
              <td width="31"><input name="button11" type="button" onClick="addChar(this.form.display, '5')" value=" 5 "></td>
            </tr>
        </table></td>
        <td align="center"><table width="38" border="2" cellspacing="1" cellpadding="1">
            <tr>
              <td><input name="button14" type="button" onClick="addChar(this.form.display, '6')" value=" 6 "></td>
            </tr>
        </table></td>
        <td align="center"><table width="43" border="2" cellspacing="1" cellpadding="1">
            <tr>
              <td width="33"><input name="button16" type="button" onClick="addChar(this.form.display, '*')" value=" * "></td>
            </tr>
        </table></td>
        <td align="center"><table width="46" border="2" cellspacing="1" cellpadding="1">
            <tr>
              <td width="36"><input name="button2" type="button" onClick="if (checkNum(this.form.display.value)) { sin(this.form) }" value=" sin"></td>
            </tr>
        </table></td>
        <td align="center"><table width="62" border="2" cellspacing="1" cellpadding="1">
            <tr>
              <td><input name="button22" type="button" onClick="if (checkNum(this.form.display.value)) { asin(this.form) }" value=" arcsin"></td>
            </tr>
        </table></td>
        <td colspan="2" align="center" ><!--DWLayoutEmptyCell-->&nbsp;</td>
        <td align="center"><!--DWLayoutEmptyCell-->&nbsp;</td>
        <td align="center"><!--DWLayoutEmptyCell-->&nbsp;</td>
      </tr>
      <tr>
        <td align="center" height="40"><table width="41" border="2" cellspacing="1" cellpadding="1">
            <tr>
              <td width="31"><input name="button26" type="button" onClick="if (checkNum(this.form.display.value)) { sqrt(this.form) }" value="&radic;"></td>
            </tr>
        </table></td>
        <td align="center" ><table width="39" border="2" cellspacing="1" cellpadding="1">
            <tr>
              <td><input name="button27" type="button" onClick="addChar(this.form.display, '1')" value=" 1 "></td>
            </tr>
        </table></td>
        <td><table width="43" border="2" cellspacing="1" cellpadding="1">
            <tr>
              <td width="33"><input name="button13" type="button" onClick="addChar(this.form.display, '2')" value=" 2 "></td>
            </tr>
        </table></td>
        <td align="center"><table width="43" border="2" cellspacing="1" cellpadding="1">
            <tr>
              <td width="33"><input name="button15" type="button" onClick="addChar(this.form.display, '3')" value=" 3 "></td>
            </tr>
        </table></td>
        <td align="center"><table width="41" border="2" cellspacing="1" cellpadding="1">
            <tr>
              <td width="31"><input name="button17" type="button" onClick="addChar(this.form.display, '-')" value=" - "></td>
            </tr>
        </table></td>
        <td align="center"><table width="50" border="2" cellspacing="1" cellpadding="1">
            <tr>
              <td width="40"><input name="button3" type="button" onClick="if (checkNum(this.form.display.value)) { tan(this.form) }" value=" tan"></td>
            </tr>
        </table></td>
        <td align="center"><table width="63" border="2" cellspacing="1" cellpadding="1">
            <tr>
              <td><input name="button32" type="button" onClick="if (checkNum(this.form.display.value)) { atan(this.form) }" value=" arctan"></td>
            </tr>
        </table></td>
        <td colspan="2" align="center" ><!--DWLayoutEmptyCell-->&nbsp;</td>
        <td align="center"><!--DWLayoutEmptyCell-->&nbsp;</td>
        <td align="center" ><!--DWLayoutEmptyCell-->&nbsp;</td>
      </tr>
      <tr>
        <td align="center" height="40"><table width="47" border="2" cellspacing="1" cellpadding="1">
            <tr>
              <td><input name="button28" type="button" onClick="if (checkNum(this.form.display.value)) { square(this.form) }" value=" SQ "></td>
            </tr>
        </table></td>
        <td align="center" ><table width="43" border="2" cellspacing="1" cellpadding="1">
            <tr>
              <td width="33"><input name="button29" type="button" onClick="addChar(this.form.display, '0')" value=" 0 "></td>
            </tr>
        </table></td>
        <td><table width="38" border="2" cellspacing="1" cellpadding="1">
            <tr>
              <td width="28"><input name="button18" type="button" onClick="addChar(this.form.display, '.')" value=" . "></td>
            </tr>
        </table></td>
        <td align="center"><table width="50" border="2" cellspacing="1" cellpadding="1">
            <tr>
              <td height="28"><input name="button19" type="button" onClick="changeSign(this.form.display)" value=" +/- "></td>
            </tr>
        </table></td>
        <td align="center"><table width="43" border="2" cellspacing="1" cellpadding="1">
            <tr>
              <td width="33"><input name="button20" type="button" onClick="addChar(this.form.display, '+')" value=" + "></td>
            </tr>
        </table></td>
        <td align="center"><table width="40" border="2" cellspacing="1" cellpadding="1">
          <tr>
            <td width="30"><input name="button4" type="button" onClick="addChar(this.form.display, '(')" value=" ( "></td>
          </tr>
        </table></td>
        <td align="center"><table width="43" border="2" cellspacing="1" cellpadding="1">
          <tr>
            <td width="33"><input name="button5" type="button" onClick="addChar(this.form.display, ')')" value=" ) "></td>
          </tr>
        </table></td>
        <td width="4" align="center"><!--DWLayoutEmptyCell-->&nbsp;</td>
        <td width="4">&nbsp;</td>
        <td>&nbsp;</td>
        <td>&nbsp;</td>
      </tr>
      <tr>
        <td align="center" height="40"><table width="36" border="2" cellspacing="1" cellpadding="1">
            <tr>
              <td width="26"><input name="button7" type="button" onClick="this.form.display.value = 0 " value="C"></td>
            </tr>
        </table></td>
        <td colspan="2" align="center"><table width="74" border="2" cellspacing="1" cellpadding="1">
            <tr>
              <td><input name="button8" type="button" onClick="deleteChar(this.form.display)" value="backspace"></td>
            </tr>
        </table></td>
        <td align="center"><table width="36" border="2" cellspacing="1" cellpadding="1">
            <tr>
              <td width="48"><input name="enter" onClick="if (checkNum(this.form.display.value)) { compute(this.form) }" type="button" value="="></td>
            </tr>
        </table></td>
        <td align="center"><table width="36" border="2" cellspacing="1" cellpadding="1">
            <tr>
              <td width="26"><input name="button63" type="button" onClick="addChar(this.form.display, '3,14')" value="&pi;"></td>
            </tr>
        </table></td>
        <td align="center"><table width="43" border="2" cellspacing="1" cellpadding="1">
          <tr>
            <td width="33" height="28"><input name="button52" type="button" onClick="if (checkNum(this.form.display.value)) { square(this.form) }" value="x^2"></td>
          </tr>
        </table></td>
        <td align="center"><!--DWLayoutEmptyCell-->&nbsp;</td>
        <td align="center"><!--DWLayoutEmptyCell-->&nbsp;</td>
        <td></td>
        <td></td>
        <td>&nbsp;</td>
      </tr>
      <tr>
        <td height="23" align="center"><!--DWLayoutEmptyCell-->&nbsp;</td>
        <td align="center" colspan="4"><!--DWLayoutEmptyCell-->&nbsp;</td>
        <td align="center"><!--DWLayoutEmptyCell-->&nbsp;</td>
        <td align="center"><!--DWLayoutEmptyCell-->&nbsp;</td>
        <td align="center"><!--DWLayoutEmptyCell-->&nbsp;</td>
        <td></td>
        <td></td>
        <td>&nbsp;</td>
      </tr>
    </tbody>
  </table>
</form>
<p align="center"> <div  align="center"><a href="index.php">Menu  Utama</a></div>
</html>

Rabu, 10 Desember 2014


Keindahan Pulau Bali




Kampung Dan Penduduknya
Bali merupakan bagian dari Indonesia, sebuah negara kepulauan terbesar di dunia dan terletak paling barat dari Kepulaun Sunda Kecil di Samudra India yang mencakup luas wilayah sekitar 5.500 km². Rentang dari ujung utara hingga ujung selatan mencapai sekitar 90 km dan dari timur hingga ujung barat mencapai kurang lebih 140 km. Pulau ini secara alamiah berada pada lintasan gunung berapi dan tanahnya sangat subur. Oleh sebab itu budaya bertani tidak kalah pentingnya dibandingkan dengan industri pariwisata – sehingga sangat diandalkan sebagai salah satu sumber pemasukan daerah. Oleh karena kesuburan tanahnya yang luar biasa, penduduk memuja gunung-gunung tersebut sebagai "Gunung-Gunung Suci". Penampakan alam muncul pada skala kecil dalam bentuk yang sangat beraneka ragam. Mulai dari gugusan gunung menjulang hingga mencapai ketinggian 3.000 meter dengan pemandangan kawah yang tak beraturan pada puncaknya dan hutan yang diselimuti kabut pada punggungnya, menelusuri dataran tinggi yang sejuk dipenuhi cocok tanam sayur-mayur dan hamparan sawah yang luar biasa hijaunya di bagian lunak sisi gunung, terus menuruni hutan hujan tropis dengan pohon bakau, hingga sampai pada hamparan pasir hitam di sepanjang pantai utara dan pasir putih yang luas di belahan selatan pulau tersebut.

Sekitar 4 juta orang tinggal di Bali. Kebanyakan penduduknya adalah pemeluk agama Hindu. Ajaran Hindu di Bali telah berkembang menjadi suatu kepercayaan lokal yang tidak seketat apa yang dijalankan di India. Upacara untuk pemujaan Tuhan dan persembahan untuk penentraman roh jahat atau setan adalah hal yang sangat mencolok dalam budaya dan kehidupan sehari-hari mereka. Kepercayaan, agama dan ketulusan dari orang Bali membuat pulau ini sangat unik. Jarang ada orang yang bisa luput dari daya pikat roh suci dan jahat yang dipancarkan pulau ini.

Sebagian besar orang terikat pada suatu struktur menyerupai desa dimana kehidupan dan rutinitas sehari–hari mereka mengutamakan kepentingan bersama. Masyarakat lebih penting dari pada kemakmuran pribadi dan prinsip yang paling penting adalah untuk hidup secara harmonis. Pembagian tugas antara kaum laki dan wanita ditata dengan jelas. Anak-anak adalah tunas masa depan. Kelompok masyarakat menyerupai struktur desa yang kokoh ini selalu menjaga keasliannya – bahkan saat harus dihadapkan dengan berbagai pengaruh luar, sebagai contohnya, segala hal yang diperkenalkan oleh dunia pariwisata. Sudah tentu wisatawan yang mengunjungi Bali ikut membatu di dalam mempertahankan kelestarian dari keindahan budaya dan alam pulau Bali dengan cara menghormati sekaligus mencoba ikut melaksanakan apa yang mereka lakukan sehingga akan tetap menjadi "surga".


Iklim
Pulau Bali berada sekitar 8 derajat sebelah selatan garis katulistiwa – menjadikannya bercuaca tropis yang tak khas secara terus-menerus. Kisaran suhu yang hampir selalu mencapai antara 28 dan 32 Derajat Celsius bersama dengan hembusan angin laut yang tak ada hentinya membuatnya terasa menyejukkan dan tidak lengket seperti di daerah tropis lainnya. Ada musim kemarau antara bulan Maret hingga November dan musim hujan antara bulan Desember hingga Februari tahun berikutnya, dimana ada saatnya hujan tidak turun dan mentari mencurahkan segenap sinarnya – kadang terasa lembab juga. Kebanyakan hujan terjadi di bulan Januari hingga Februari khususnya di siang hari – dan secara perbandingan bahwa hujan lebih cenderung untuk terjadi di daerah pegunungan dibanding di bagian lainnya dari pulau tersebut. Yang paling utama adalah bahwa curah hujan di bagian utara pulau ini lebih jarang dibandingkan dengan wilayah yang lainnya. Suhu terendah terjadi pada bulan Juni hingga Agustus. Suhu air bagus dan relatif sama sepanjang tahun yang mana berkisar diantara 28 °C – yang menjadikan pulau ini tempat ideal untuk olah raga air. Banyak orang dari manca negara ke Bali untuk mencoba olah raga air – dari itulah anda tidak akan pernah melihat pulai ini sepi dari pengunjung sepanjang tahun. Bagaimanapun juga anda harus mempertimbangkan waktu antara bulan April dan Desember sebab dalam kurun waktu di bulan tersebut merupakan saat terbaik bagi semua wisatawan untuk berkunjung ke Bali (untuk menghindari musim penghujan). Waktu matahari terbit sekitar pukul 06:20 pagi dan matahari terbenam sekitar pukul 06:30 sore.


Mata uang dan nilai tukar
Mata uang Indonesia adalah Rupiah (Rp. ,-). Harga jual kamar di hotel sering dipatok dengan nilai dolar Amerika. Nilai tukar Euro yang tinggi membuat Bali sebagai tempat tujuan yang relatif murah untuk berwisata. Uang tunai dan kartu kredit sangat disarankan (Visa dan Master Card). Pecahan dollar bisa menimbulkan sedikit permasalahan karena tidak semua nomer seri bisa serta merta diterima.

   
Waktu
Selama CET mulai akhir Oktober hingga akhir Maret, perbedaan waktu dengan Eropa adalah kurang lebih 7 jam. Dari April hingga Oktober perbedaanya kurang lebih 6 jam.


Visa dan Passport
Untuk memasuki Bali anda diharapkan untuk memiliki passport yang harus masih berlaku hingga minimal 6 bulan. Wisatawan dapat mendapatkan sebuah surat kedatangan di Denpasar (Visa Kunjungan) saat tiba di Bandara. Biaya Visa tersebut saat ini 35 Dollar – Visa ini bisa dipakai hingga sampai 4 minggu terhitung mulai dari hari pengesahan. Jika berencana untuk tinggal di Bali lebih lama, perlu untuk mengajukan Visa lewat Kedutaan Indonesia di Berlin atau Konsulat Jendral di Frankfurt (tergantung negara mana anda tinggal). Visa sekarang biasanya berlaku hanya untuk masa 60 hari dengan biaya sekitar 60 Euro. Silahkan meminta informasi dari pihak berwenang yang bersangkutan. Pada saat anda meninggalkan Bali anda perlu menyiapkaan uang rupiah sebesar Rp. 200.000 untuk membayar Pajak Bandara.
   

Maskapai penerbangan dan jemputan di bandara
Ada beberapa perusahan penerbangan yang menawarkan pelayananya di Denpasar (DPS). Pilihan terbaik adalah mereka yang menawarkan rute penerbangan lewat Singapura, Bangkok, Hongkong, Kuala Lumpur, Doha atau Taipei dan yang menempuh kisaran waktu penerbangan antara 14 ½  hingga 20 jam. Rekan kerja kita dari agen wisata bernama Pauli bisa membantu anda untuk pemesanan sebuah penerbangan dan tentu akan memberikan cara terbaik dan paling memungkinkan bagi anda untuk bisa saling menghubungi – kalau perlu saat pemberhentian antar kota. Adalah suatu kehormatan bagi kita jika kita bisa membantu mengatur pemesanan penjemputan menuju tempat tujuan anda dari bandara jika diinginkan. Perjalanan dari Bandara Ngurah Rai menuju Singaraja di Bali utara memakan waktu kurang lebih 2 ½ jam.

Vaksinasi
Tidak ada saran umum mengenai vaksinasi apa saja diperlukan sebelum datang ke Bali, maka dari itu diserahkan sepenuhnya bagi anda untuk memutuskan apakah perlu atau tidak sebuah vaksinasi tertentu. Bali tidak dinyatakan sebagai wilayah yang terjangkit wabah Malaria. Bagaimanapun juga perlu diingat untuk tidak minum air bersumber dari keran, makan buah atau salad yang belum dicuci dengan bersih sebelumnya. Dan disarankan juga untuk tidak mencoba hidangan yang dijajakan oleh pedagang keliling.
   

Bantuan medis
Dalam berbagai rujukan, pelayanan dan perawatan pengobatan di Bali cukup memuaskan. Ada praktek dokter umum di desa setempat dan tetangga. Disediakan beberapa bangsal juga klinik Bali di kota Singaraja (sekitar 30 km). Perawatan medis di tempat praktek pribadi bisa disetarakan dengan tingkat pelayanan standar di Eropa. Tetapi juga diharapkan untuk mengantongi asuransi medis untuk liburan. Klinik-klinik tingkat spesialis yang sudah ternama di dunia bisa dengan mudah ditemukan di Singapura. Selebihnya anda bisa juga mengandalkan orang-orang pintar Bali yang mampu mengobati.


Pakuwon – Kalender Bali
Kalender Bali, Pakuwon atau sering disebut dengan Uku/Wuku, terdiri dari 210 hari. Kehidupan di Bali disesuaikan dengan kalender ini. Selalu ada baik dan buruknya untuk setiap hal. Ini berarti bahwa para wisatawan bisa dengan tidak sengaja menyaksikan sepasang kekasih melangsungkan upacara pernikahan pada hari yang baik sebagai contohnya. Klik disini untuk lebih memahami dari sistim Pakuwon.
oleh ida ayu kade suryani ACA 111 0101....

hari dengan cerita.....

                 Gadis Bermata Bening Itu

“bruuk”, gadis itu terjatuh lagi, membuat orang orang yang berjalan di sekitarnya merasa heran karena gadis itu sudah jatuh dua kali karena tersandung
Gadis itu merintih melihat kakinya yang lecet, tapi ia segera bangun dan berjalan ke tempat tujuannya, sejenak pandangan beberapa orang tertuju padanya
Akhirnya ia sampai di tempat tujuannya, ia mengitarkan pandangannya mencari seseorang yang ingin ditemuinya
Matanya tertuju pada wanita yang duduk di bangku bawah pohon, karena sekarang ia berada di taman
“mbak rina”, sapa gadis itu seketika wanita bernama rina itu menoleh dan tersenyum
“rasti ayo duduk” ucap rina pada rasti yang langsung menuruti perkataannya
“kaki kamu kenapa ras?”
“gak papa mbak tadi cuma jatuh waktu mau kesini, lagian cuma lecet sedikit”
Rina memandangi rasti yang menunduk melihat luka di kakinya, gadis yang sudah ia anggap seperti adik, ia sedih dengan jalan hidup rasti tapi tak banyak yang bisa ia lakukan, hanya mendengarkan dan memberi semangat, hanya itu yang bisa ia lakukan
Gadis bermata bening itu harus rela kehilangan, mengubur mimpinya karena harus putus sekolah, orangtuanya pun terkesan tidak peduli dan sangat tega padanya, perlakuan dan kata kata kasar pun menjadi makanan sehari hari baginya dan walau pun sekarang ia sudah tak bergantung pada orangtuanya lagi karena ia harus bekerja keras sendiri tapi ia harus menanggung semua luka yang pernah mereka goreskan di hidupnya, yang sesaat bisa membuat air matanya menetes karena mengingatnya
“mbak aku mau kasih tahu sesuatu” ucap rasti yang memecah keheningan dan menghentikan lamunan rina
“soal apa” tanya rina
Sesaat gadis itu diam, ia tarik nafas panjang, sedikit meringankan beban di dadanya dan kembali berbicara “aku lelah mbak, selama ini aku mengorban kan banyak hal tapi sikap orangtua juga orang yang aku sayang tak pernah berubah, semuanya tak ada gunanya karena bukan pada tempatnya”
“apa maksud kamu ras?”
“dan sekarang aku tidak akan mencintai dan berbuat untuk mereka lagi karena itu hanya membuat hatiku sakit” ucap rasti
Membuat rina tercengang dengan perkataannya dan sekarang mata bening itu mulai meneteskan air mata dan kembali bercerita
“tapi”, ucap rasti lagi
“aku akan mencintai dan berbuat sesuatu untuk mereka karena allah mbak, jadi hatiku tidak sakit lagi karena allah maha tahu perasaanku, aku sadar mbak mereka hanya manusia, jika allah tidak menghendaki mereka tahu maka mereka tidak akan tahu, dan jika tak diberi rasa kasih sayang mereka tak punya rasa kasih sayang begitu juga dengan ku”
Rina tersenyum dan memeluk gadis bermata bening itu
“dan biarkan semua luka itu allah yang mengobatinya”, ucap rina
Rasti mengangguk dan tersenyum, kini perasaannya menjadi lebik baik.
Ketika kita mencintai, berbuat dan berkorban untuk orang yang kita cintai tapi mereka tidak mengerti dan terus menyakiti hati kita, itu pasti menjadi hal yang sulit tapi ketika kau berbuat karena allah percayalah allah akan membalas perbuatanmu, cintamu dan apa yang korbankan karena allah maha mengetahui, dan perlu kita tahu ketika kita berbalik dan pergi karena mencintai dan berbuat untuk orang lain mereka akan jauh lebih sedih karena kehilangan orang yang mencintainya, karena itu berbuatlah karnanya sebisa mungkin.....
oleh ida ayu kade suryani aca 111 0101

Selasa, 09 Desember 2014

Intermezzo..

hai.. para bloggers!
ini sekedar intermezzo saja agar sedikit memberikan informasi untuk kita semua.

Apakah MP3 player Anda benar-benar bisa menyebabkan Anda tuli?

 Mendengarkan musik keras dalam periode waktu lama bisa menyebabkan kehilangan pendengaran sekunder yang searah sampai merusak sel rambut halus di dalam telinga dalam (cochlea). Karena para remaja cenderung senang mendengarkan musik keras, maka mereka beresiko tinggi mengalaminya. orang yang lebih suka dengan headphone bergaya earbud daripada variasi yang over the ear, mendengar lebih banyak suara latar belakang dan akan meningkatkan volume MP3-nya agar bisa mendengar musik secara lebih baik.
       Tanda-tanda kehilangan pendengar mencakup hal-hal berikut,
1. Beranggapan bahwa orang sedang bergumam atau berbicara tidak jelas. padahal pada
    kenyataannya mereka berbicara normal
2. Meningkatkan volume televisi atau radio, padahal orang lain bisa mendengarnya dengan
    jelas
3. Sering kali meminta orang yang sedang berbicara pada anda untuk mengulanggnya
    karena anda tidak mendengar dengan jelas apa yang mereka katakan pertama kali
4. ada suara denging pada telinga anda

   
  walaupun sungguh menyenangkan mendengarkan musik keras dalam jangka waktu pendek, namun mendengarkan musik yang sangat keras bisa menyebabkan kerusakan permanen. Jadi, bersikap cerdiklah turunkan volumenya.